28 November 2025
Forum Anak Menyerukan Rekomendasi untuk Penanggulangan Pekerja Anak
Mengawali rangkaian Seminar Nasional dan Rapat Tahunan PAACLA di Lombok pada 20-21 November, sejumlah perwakilan anak turut hadir dan menjadi peserta Konsultasi Anak. Anak-anak dampingan Program ACCLAIM dan Program Kesempatan menampilkan kreasi puisi dan tari. Puisi yang dibawakan secara berantai oleh anak-anak menggambarkan situasi pekerja anak yang sering tidak nampak dalam pemberitaan seperti pekerja di sawah, pengupas udang, penambang pasir dan pekerja di peternakan. Puisi mereka menyentuh hari para peserta di ruangan dan membuka pemahaman bahwa situasi kerja yang dialami anak-anak memberikan dampak dan menjauhkan anak-anak dari hak yang seharusnya mereka nikmati.
Sajian kreasi anak lainnya berupa tarian Kembang Sembah dipersembahkan Forum Anak Desa dari Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Utara, serta tidak ketinggalan penampilan tarian Bujang Ganong dari Forum Anak Desa Wrigintelu, Jember.
Bersamaan dengan peringatan Hari Anak Universal yang mengangkat tema, Hariku, Hakku, peserta anak yang merupakan perwakilan forum anak desa dari delapan desa dampingan Program ACCLAIM, desa dampingan Program Kesempatan, perwakilan Forum Anak Provinsi NTB dan dampingan LSM dan program lainnya berkumpul untuk menyuarakan kepentingan anak.
Sebelum mereka hadir di Konsultasi Anak ini, para pendamping di wilayah Jember melakukan seleksi untuk forum anak desa yang mengharuskan mereka membuat tulisan dan karya tentang pencegahan pekerja anak. Hasilnya, sejumlah anak mampu menyajikan informasi yang kuat tentang apa faktor penyebab pekerja anak dan memikirkan apa yang bisa dilakukan oleh anak-anak dalam menanggulangi pekerja anak di tingkat desa.
Sementara di wilayah Nusa Tenggara Barat, para pendamping melakukan penguatan isu bagi perwakilan anak dari desa-desa yang merupakan dampingan Program Kesempatan dan ACCLAIM secara tatap muka.
Selain diadakan seleksi untuk memilih peserta Konsultasi Anak dan penguatan isu secara tatap muka, Seknas JARAK/ PAACLA juga memberikan materi pendukung bagi forum anak desa melalui sarana pertemuan daring. Ada dua materi yang diberikan oleh narasumber muda untuk forum anak desa, yaitu Partisipasi Anak Melalui Forum Anak yang disampaikan oleh Sekretariat FAN, M. Aqsha Dewantoro, materi berikutnya disampaikan oleh Naura, Kompak Jakarta mengenai Pentingnya Percaya Diri dalam Meraih Mimpi.
Sejumlah 20 peserta Konsultasi Anak membaur dan terlibat dalam diskusi kelompok untuk membahas topik-topik yang mengarahkan pada pembahasan rekomendasi yang akan disampaikan pada sesi di hari kedua. Kegiatan yang dipandu oleh para fasilitator desa dan daerah ini mengajak peserta anak untuk menganalisa situasi anak di desa serta meminta mereka memikirkan apa peran yang bisa dilakukan forum anak desa dalam penanggulangan pekerja anak. Hal ini dikaitkan dengan peran 2 P: Pelopor dan Pelapor yang sudah dibahas pada sesi penguatan sebelumnya. Suara anak-anak ini beragam dan bisa saling melengkapi karena mereka mempunyai pengalaman yang berbeda dan pemikiran yang kreatif. Hasil diskusi merekapun tidak hanya menjawab topik yang dibahas tetapi juga dihias dan diberi gambar yang mempunyai makna tersendiri.
Pada diskusi hari pertama, peserta anak juga bergabung dalam webinar yang dikhususkan untuk kelompok muda dan CSO yang diselenggarakan oleh Global March. Sebagai perwakilan dari Indonesia, dua peserta anak yaitu Ega dari Jember dan Oyla dari Lombok Timur membagikan pengalaman mereka tentang bagaimana mengatasi isu pekerja anak di desa. Didampingi oleh kakak pendamping dari Bappenas keduanya percaya diri sewaktu menyampaikan pandangannya. Ini merupakan pengalaman bagi peserta anak karena dapat berinteraksi dengan peserta lainnya dan memperoleh informasi mengenai pekerja anak di negara lainnya.
Hasil diskusi peserta anak berupa rekomendasi untuk berbagai pihak mulai dari desa hingga nasional ini disampaikan kepada peserta Rapat Tahunan PAACLA dan akan dibawa dalam Workshop di Jakarta sebagai bagian usulan yang akan dibawa ILO untuk Konferensi Pekerja Anak Internasional tahun depan.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar